Kerajinan Anyaman Dari Hasil Hutan Non Kayu

Diposting : admin • Kamis, 22 Jan 2013 19:16 • Dilihat 351
Share via :

Kerajinan Anyaman Dari Hasil Hutan Non Kayu. - Fir


Pontianaka,BCC. Ketergantungan kepada hutan bagi masyarakat Kalimantan Barat begitu kuat untuk memenuhi kebutuhan hidup baik sandang, pangan dan papan. Terlebih kelompok pengrajin anyaman yang bahan bakunya berasal dari hutan.

Hutan telah menyediakan bahan baku untuk dibuat berbagai macam bentuk kerajinan ayaman yang bernilai tinggi serta ekonomis, adapun bahan baku yang terdapat di hutan serta dipergunakan  masyarakat antara lain Bambu, Rotan, pandan, kulit kayu kepuak dan keladi air. Demikian dikatakan Alfeus Krispinus Staf Yayasan DIAN TAMA saat ditemui Borneo climate cange dikantornya.

“Memang hutan kalbar kaya akan bahan baku untuk kerajinan masyarakat,namun belum dimaksimalkan untuk dijadikan produk dalam bentuk kerajinan anyaman,”Kata Alfeus.(22/1)

Alfeus menjelaskan, Dari beberapa kelompok pengrajin binaan Yayasan Dian Tama ada di kabupaten terungkap produk anyaman masyarakat sebagian besar berasal dari hutan sekitar mereka dan sebagian pengembangan di tanaman sendiri. Untuk Kabupaten Ketapang di kec.matan Hilir utara kerajinan annyaman bahan bakunya daun pandan, Kab.Sambas.Kec. Sijangkung kerajinan anyaman bahan bakunya bambu, Kab. Bengkayang,kec.Jagoi Babang bahan baku dan Seluas bahan bakunya rotan, Kab. Sanggau,Kec. Noyan serta Kembayan anyamannya bahan baku rotan dan Kab. Kubu Raya Kec.  Ambawang bahan baku anyaman adalah keladi air.

Produksi yang dihasilkannya dari kerajinan anyaman berupa Bakul (jare dan korek), tikar pandang yang dikembangkan sebagai tas, tempat pensil, plasmet dan aneka keranjang yang besar dan kecil selain itu dapat dibuat bermacam model.

“Sekarang sudah tidak bisa lagi, bahan baku yang di harapkan dari hutan yang ada,”.Ujarnya lagi.

Dipaparkan Alfeus, kelangkaan bahan baku bagi masyarakat membuat anyaman ada beberapa factor, antara lain hutan sebagai sumber bahan baku perlahan mulai hilang karena di pergunakan untuk perkebunan sawit sementara masyarakat mempunyai keterbatasan lahan untuk menanam bahan baku anyaman.

Alfeus berharap kedepannya para pengrajin yang tinggal disekitar kawasan hutan memperoleh kawasan lindung untuk penyediaan bahan baku kerajinan termasuk menanam dilokasi tersebut, belajar dari Kabupaten Bengkayang, para pengrajin sekarang ini membeli bahan baku rotan dari Kalimantan Tengah.Firanda

Copyright © LPSAIR 2014 - Borneoclimatechange

Komentar :