Curah Hujan di Kalbar Bulan Desember Tinggi

Diposting : adminheri • Senin, 15 Des 2012 • Dilihat 335
Share via :

PONTIANAK.BCCAda gejala-gejala perubahan intensitas hujan dan suhu di Kalbar akibat perubahan iklim. Misalnya pada 2010 lalu, curah hujan sangat tinggi sepanjang tahun. “Saat itu dipengaruhi fenomena la nina,” kata Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Supadio Sri Ningsih. “Tetapi ini masih gejala ya. Kita perlu melakukan analisa lebih dalam,” tambahnya.

Di Kalbar juga terjadi tren penurunan suhu minimal dan kenaikan suhu maksimal. “Misalnya saja, dulu tahun 1980an, suhu terendah di Kalbar itu rata-rata 21 derajad. Tapi saat ini sudah 23 derajad. Suhu maksimal di Kalbar juga cenderung meningkat,” jelasnya.

Curah hujan di Kalimantan Barat pada bulan Desember ini relatif tinggi yang diperkirakan akan berlangsung hingga Februari mendatang. Curah hujan ini merata di semua kabupaten atau kota di Kalbar.

Dari data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Supadio diketahui perkiraan sifat hujan di sebagian wilayah di Kalbar pada kriteria di atas normal. Yakni Kabupaten Sambas, Sintang, dan Kapuas Hulu. Sementara sifat hujan normal terjadi di Kota Pontianak, Kubu Raya, Landak, Bengkayang, Kabupaten Pontianak,  Singkawang, Sanggau, Sekadau, Kayong Utara, Ketapang, Sintang dan Melawi. Sementara hujan di bawah normal tidak ada.

“Masing-masing daerahnya normalnya berbeda-beda. Misalnya Kota Pontianak dengan Kubu Raya itu berbeda. Perhitungan ini berdasarkan rata-rata curah hujan,”  saat ditemui di kantornya Rabu (12/12).

Untuk prakiraan intensitas curah hujan BMKG membagi menjadi kriteria curah hujan bulanan. Untuk curah hujan dengan ukuran 301-400 mm terjadi di sejumlah wilayah, yakni Kota Pontianak, Kubu Raya, Kabupaten Pontianak Landak, Bengkayang, Singkawang, Sanggau, Sambas, dan Sekadau. Kriteria ini berarti curah hujan hujan di wilayah ini termasuk tinggi.

Sementara curah hujan dengan ukuran 401-500 mm terjadi di sebagian Bengkayang, Sambas, Melawi, Ketapang, Kayong Utara, dan Sintang. Kriteria ini menunjukkan curah hujan yang sangat tinggi, yakni di atas 400 mm. Yang paling tinggi adalah curah hujan yang terjadi di Kapuas Hulu, yakni  501-600 mm. Satuan milimeter dipakai sebagai ukuran curah hujan (presipitasi cair).

Menurut Sri Ningsih, curah hujan dengan intensitas cukup deras (tinggi) dapat mempengaruhi penerbangan. “Jika tiba-tiba hujan deras itu cukup mengganggu untuk take off (mengudara) dan landing (mendarat). Ini cukup mengganggu. Terutama jika sudah mengurangi jarak pandang mendatar di landasan. Ini perlu diwaspadai,”jelasnya.   

Jika dibandingkan dengan bulan November, intensitas hujan di bulan Desember sebenarnya relatif lebih rendah. “Dari 30 tahun yang kita amati dan kita bikin normalnya, curah hujan yang cukup tinggi itu biasanya di bulan November,” kata Sri Ningsih.

Karena Kalbar berada di wilayah ekuator atau biasa disebut sistem ekuatorial, curah hujan merata sepanjang tahun. Untuk puncak curah hujan berada di bulan November dan April. Bulan-bulan yang relatif tinggi curah hujannya yakni pada Oktober hingga Februari.

“Karena sekarang masih Desember, jadi musim hujan masih akan terjadi hingga Februari. Masyarakat harus waspada,” katanya. Sementara musim kering biasanya mulai Juli hingga September. Di saat itu banyak sekali kabut asap akibat pembakaran lahan. Sebaliknya di musim hujan, kabut asap jauh menurun. (hry)

 

 

 

 

 

 

Copyright © LPSAIR 2014 - Borneoclimatechange

0 Komentar :

Nama
Email
Website
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)