Pengaruh Kabut Asap Terhadap Kesehatan

Diposting : admin • Kamis, 05 Okt 2012 16:35 • Dilihat 376
Share via :
Pontianak. BCC. Kabut asap di Kalimantan Barat  terus terjadi, pada tanggal 4 oktober 2012 terdeteksi  kebakaran di lahan  Gambut sejumlah 60 Titik hotspot, Non Gambut 52 titik hotspot,  total 112 titik(Sumber Data: Terra/Aqua MODIS,Bakorsultanal,United Nations Enviroment Programme). Akibat kebakaran tersebut asap menyelimuti kota kabupaten dan kota di seluruh Kalimantan barat, dampak kabut asap berpengaruh terhadap kesehatan manusia, baik secara langsung maupun jangka panjang.

Dr.Saptiko,M.Med.PH. dari Dinas Kesehatan Kota Pontianak mengatakan.”Kabut asap di Pontianak  beberapa bulan ini sangat berpengaruh pada kesehatan masyarakat, baik secara langsung dan jangka panjang”.(5/10)

Saptiko menjelaskan, pengaruh asap pada kesehatan secara langsung berupa iritasi mata atau radang mata apabila terkena asap. Kalau pernafasan berupa inpeksi saluran pernafasan atas, fasien asma bisa kambuh kembali dan pada fasien jantung memperberat penyakitnya. Kemudian jangka panjang asap menimbulkan penyakit paru-paru, asma dan jantung.

“Pada kondisi asap yang tebal, kelompok yang berisiko tinggi mudah terserang penyakit adalah bayi, balita,ibu hamil, orang tua, orang berpenyakit asma dan jantung” Ujar Dr.Saptiko kembali.
Menghadapi kondisi kabut asap dikota Madya Pontianak, pemerintah kota telah mempersiapkan Pusat kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dengan obat-obatan dan perawatan. Selain itu pihak Dinas kesehatan juga melakukan penyuluhan akan bahaya kabut asap dan penanggulangannya serta   pembagian masker pada masyarakat.

“Jika kabut asap menebal dan indeks polusi udara diambang tidak sehat, diharapkan masyarakat tidak keluar rumah jika tak perlu, terutama yang berisiko tinggi, dan kalau keluar menggunakan masker.”Ujarnya menyarankan.

Saptiko berharap pada masyarakat agar segera kepuskesmas atau tempat perawatan kesehatan jika merasa terkena penyakit, mencegah lebih baik daripada mengobati.oleh:firanda
Copyright © LPSAIR 2014 - Borneoclimatechange

Komentar :